"SMART DEKO" Strategi Membangun Pembelajaran Tanpa Internet di Desa Kou Berbasis TIK serta Berbagi dan Berkolaborasi Sahabat Teknologi 2024

"SMART DEKO" Strategi Membangun Pembelajaran Tanpa Internet di Desa Kou Berbasis TIK serta Berbagi dan Berkolaborasi Sahabat Teknologi 2024


Tugas Akhir PembaTIK 2024 Level 4 adalah membuat sebuah vlog inovasi pembelajaran berbasis TIK serta kegiatan Berbagi dan berkolaborasi bersama sahabat Teknologi tahun 2024 di Maluku Utara.


Berikut ini adalah Vlog yang sudah dibuat


Link Vlog:
https://www.youtube.com/watch?v=-nUyd6AQ2n0


Implementasi pembelajaran berbasis TIK yang saya paparkan yaitu SMART DEKO yang merupakan akronim dari Strategi membangun pembelajaran tanpa internet berbasis digital di Desa Kou

Pendidikan merupakan faktor penting dalam pembangunan suatu daerah, termasuk daerah terisolir maupun daerah terpencil. Namun daerah terisolasi sering menghadapi kendala dalam penyediaan pendidikan berkualitas karena keterbatasan sumber daya pendidikan. SD Negeri Kou adalah salah satu dari sekian banyak Sekolah yang menghadapi kendala tersebut, dimana desa ini terletak di pesisir pantai di Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara. Untuk mencapai desa ini dibutuhkan waktu setidaknya 1 jam melalui perjalanan laut dengan menyeberang menggunakan perahu mesin (Bodi Fiber). Selain kondisi geografis di lingkungan tempat tugas jaringan internet sudah tersedia, namun jaringan internet di desa ini bergantung pada tenaga listrik PLN. jika Listrik PLN padam, maka jaringan juga ikut hilang, kondisi ekonomi masyarakat juga masih tergolong sederhana sehingga masih kesulitan dalam mengisi pulsa data pada handphone anak mereka, jumlah siswa di sekolah kami juga sangat sidikit sehingga sekolah belum mampu menyediakan fasilitas internet kepada warga sekolah, padahal di jaman sekarang sangat penting sekali ketersediaan internet untuk menunjang pembelajaran digital. Keterbatasan infrastruktur, jarak jauh serta keterbatasan akses internet di Sekolah, namun desa Kou bukan merupakan daerah Khusus yang telah ditetapkan oleh SK Kemendikbudristek.

Dari semua kendala-kendala itulah kita sebagai guru tidak bisa menyerah dengan keadaan. Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, pengembangan strategi pembelajaran menggunakan teknologi sekalipun tanpa internet menjadi sangat penting. Dengan pemanfaatan aset-aset dilingkungan sekitar sekolah serta melalui penerapan “SMART DEKO”, saya punya harapan besar bahwa pendidikan dapat ditingkatkan dan kesenjangan akses terhadap ilmu pengetahuan dapat dikurangi.

Terdapat berbagai tantangan dalam mencapai tujuan praktik baik pengembangan strategi pembelajaran menggunakan teknologi digital di daerah ini. Salah satunya adalah keterbatasan konektivitas internet, kurang pemahaman dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Tidak semua guru atau para pemangku kebijakan memiliki atau menguasai pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi pembelajaran berbasis digital dengan efektif. Menjadi seorang guru yang ditempatkan di daerah seperti ini tentunya memiliki tantangan yang beragam, sehingga sebelum menerapkan strategi pembelajaran guru harus dibekali keterampilan dalam mendesain sebuah media atau bahan ajar. Sebagai seorang guru tentu saya tidak tinggal diam untuk meningkatkan kompetensi diri agar implementasi kurikulum merdeka di sekolah kami dapat berjalan lancar serta dapat mengakomodasi kebutuhan belajar murid. Dengan mengikuti beberapa pelatihan guru dalam mengembangkan kompetensi diri akan menjawab semua tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran. Sehingga penerapan Smart Deko di dalam pembelajaran akan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirancang. Dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi maka kebutuhan belajar murid dapat terakomodir dengan baik dan sesuai harapan.


Adapun Kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang telah saya lakukan sebagai berikut:

Berbagi praktik baik kolaborasi Sahabat Teknologi Provinsi Maluku Utara Tahun 2024 secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 165 peserta
Link Blog:
Klik Disini


Peningkatan Kompetensi TIK dalam Pembelajaran Kategori C dengan peserta guru dan kepala sekolah sejumlah 41 orang.
Link Blog:
Klik Disini


Bimtek Merancang Media Ajar dengan memanfaatkan Gemini AI di SD Al-Khairat Sanana dengan peserta sejumlah 6 orang guru yang mengikuti kegiatan.
Link blog: 
Klik Disini


Diseminasi PembaTIK 2024 Level 1 sampai 3 melalui praktik baik yang telah dilakukan di SMP Negeri 4 Satu Atap Mangoli Timur dengan peserta sebanyak 6 orang 10 orang guru.
Link blog:
Klik Disini



#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

Samrin Umasugi

Sebagai Guru Honorer saya pertama kali mengajar sebagai Guru Honorer pada SMK Negeri 3 Sanana sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2018. Kemudian terhitung mulai Maret 2019 saya menjadi CPNS Guru dan bertugas di SMP Negeri 4 Satu Atap Mangoli TImur. pada tahun 2020 saya mendapat SK PNS dan tetap bertugas sebagai guru pada SMP Negeri 4 Satu Atap Mangoli Timur sampai sekarang. Saya adalah Finalis 5 besar Pemilihan Duta Teknologi Tahun 2020 Saya juga adalah alumni Google Master Trainer Level 1 Tahun 2021 Saat ini saya juga mendapat amanah sebagai Co-Kapten Belajar ID Provinsi Maluku Utara di Kabupaten Kepulauan Sula.

2 Komentar

  1. Luar biasa sangat menginspirasi, inovasi pembelajaran yang dirancang tanpa internet sangat membantu guru dalam membangun keaktifan peserta didik dikelas, keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk terus berinovasi
    Sukses selalu pak guru hebat

    BalasHapus
  2. Luar biasa sangat inspiratif Pak Calon DUTA... Teruslah berkarya dan menginspirasi bagi teman-teman guru di Indonesia🙏

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama